Mengenal Retinoid dan Turunannya

Kali ini kita bahas tentang Retinoid/Retinol yaa..
Bahan aktif ini juga sedang naik daun sejak beberapa tahun terakhir.

Apa itu retinoid/retinol?
Retinoid merupakan turunan dari vitamin A. Menurut IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) dan IUBMB (International Union of Biochemistry and Molecular Biology), retinoid adalah senyawa yang mengandung empat unit isoprena dengan struktur head-to-tail.

Berdasarkan struktur dan sifat molekulnya, retinoid dapat dibagi menjadi tiga generasi:
Generasi pertama – retinoid alami, retinol (vitamin A), retinal, tretinoin, isotretinoin
Generasi kedua – retinoid analog sintetis vitamin A (etretinate, acitretin),
Generasi ketiga – retinoid aktivitas selektif terhadap reseptor (arotinoid, adapalene, tazarotene

Jadi kalo kalian menemukan tulisan retinol, retinal, tretinoin, isotretinoin, etretinate, acitretin, arotinoid, adapalene, tazarotene pada product apapun yang kalian gunakan semua itu satu generasi dengan retinoid ya, jadi kurang lebih memiliki fungsi yang sama, walaupun masing-masing mungkin memiliki fungsi yang lebih spesifik.




Apa fungsinya dan bagaimana cara kerjanya?
Salah satu kerja retinoid dan turunannya adalah berinteraksi dengan reseptor di dalam keratinosit, memprofokasi proliferasi mereka, memperkuat fungsi pelindung epidermis, mengurangi kehilangan air transepidermal, melindungi kolagen terhadap degradasi dan menghambat aktivitas metalloproteinases yang bertanggung jawab untuk degradasi matriks ekstraseluler. Retinol menembus ke dalam lapisan basal epidermis (terdiri dari sel-sel hidup (nukleasi) yang terus-menerus menghasilkan sel-sel baru) serta untuk sebagian kecil, ke dalam dermis dan sedikit ke jaringan subkutan. Hal ini lah yang membuat retinol di klaim dapat membantu menunda proses penuaan.

Selain itu, mereka juga dapat membantu mencerahkan kulit dengan cara mengurangi pigmentasi sekitar 60% dan berkontribusi pada distribusi melanin, memblokir transportasi melanin ke sel-sel epidermis dan mengurangi aktivitas melanosit.

Retinoid bersifat antikomedogenik dan antiacne karena mereka dapat mengurangi jumlah sebum yang dikeluarkan oleh kulit, seperti kita tau bahwa sebum (minyak) yang berlebihan di kulit dapat memicu tumbuhnya komedo dan jerawat.

Selain digunakan secara topical retinoid juga memiliki sediaan bentuk oral, biasanya digunakan untuk terapi jerawat batu dan psoriasis vulgaris (penyakit autoimun yang terjadi karena ada peradangan pada kulit). Namun, pemberian secara sistemik/oral sering dikaitkan dengan efek samping mukokutan, toksisitas hati dan kelainan profil lipid serum, yang mungkin terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Jadi pemberian sistemik/oral harus dibawah pengawasan dokter ya.

Efek samping penggunaan retinol?
jika selama pemakaian product yang mengandung retinoid kalian mengalamai gatal, kemerahan kulit mengelupas berlebihan. Itu artinya dosisnya terlalu tinggi untuk kulit kaliann, atau kulit kalian ensitif terhadap bahan ini. Stop sementara penggunaan konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Dosis aman penggunaan retinol?
Dosis yang beredar di pasaran saat ini mulai dari 0.01%, 0.025%, 0.1%, 0.5%, 1%, 2%
Bentuk sediaanya: gel, krim, emulsion, squalane.

Catatan:
1. Jika kalian mau menambahkan product yang mengandung retinoid/retinol pada rangkaian skincare kalian pastikan untuk memulai dari dosis paling rendah terlebih dahulu lalu perlahan naikkan dosisnya.
2. Gunakan di malam hari.
3. Siang harinya wajib menggunakan sunblock.
4. Agar mendapatkan hasil maksimal jangan gunakan retioid/retinol berbarengan dengan product mengandung AHA, Vit C dan turunannya, benzoil peroxida, asam salicilat.

Referensi:
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/3054426/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6791161/

Comments